Ini Perbedaan Gaya Belajar Antar Generasi: Baby Boomers, Gen X, Milenial, Gen Z, dan Alfa

Setiap tahun kelahiran memiliki julukannya masing-masing, termasuk Baby Boomers, Gen X, Gen Y atau Milenial, Gen Z, hingga kini yang terbaru adalah generasi Alfa. Kamu tentu pernah mendengar istilah-istilah ini, kan? Julukan-julukan tersebut diberikan kepada suatu generasi berdasarkan rentang tahun kelahiran mereka.

Pengelompokan ini terjadi pertama kali pada tahun 1960-an. Pada waktu itu, para sosiolog menyadari adanya pandangan yang 180o berbeda antara generasi muda dan generasi tua. Fenomena ini menarik dan terus dipelajari oleh para sosiolog. Pada akhirnya, setiap rentang waktu kelahiran memiliki julukan atau nama masing-masing, termasuk Baby Boomers, Gen X, Milenial, Gen Z, dan Alfa.

Tak asal memberi julukan, nyatanya setiap generasi pun memiliki ciri sendiri-sendiri. Baik itu Baby Boomers, Gen X, Milenial, Gen Z, hingga generasi Alfa, punya karakteristik masing-masing.. Setiap julukan generasi memiliki kekhasan masing-masing, termasuk tipe belajar yang mereka anut. Yuk, simak di artikel ini tipe belajar masing-masing generasi tersebut.

Generasi Baby Boomers

Orang-orang yang lahir pada rentang tahun 1946 hingga 1964 disebut dengan generasi Baby Boomers. Julukan Baby Boomers tidak sembarang diberikan lho, teman-teman. Pada saat itu, terjadi lonjakan kelahiran yang signifikan di dunia, sehingga angkatan lahir pada rentang waktu tersebut dijuluki dengan istilah Baby Boomers. Orang-orang yang termasuk dalam kelompok Baby Boomers dianggap sebagai generasi yang mampu mengubah nilai-nilai tradisi dari generasi sebelumnya.

Tipe Belajar Generasi Baby Boomers
1. Suka mendengarkan pelajaran

Generasi ini cenderung menyukai metode belajar dengan fasilitator. Hal ini tentu membuat guru atau dosen sangat menyukai antusiasme para generasi Baby Boomers saat belajar di kelas. Nggak hanya itu, mereka juga suka mencatat materi pelajaran.

Mendengarkan materi pelajaran merupakan gaya belajar baby boomers. (Sumber: english.com)
2. Mengaitkan pelajaran dengan pengalaman pribadi

Generasi Baby Boomers memiliki trik tersendiri agar paham dengan materi yang mereka pelajari, salah satunya adalah dengan mengaitkannya pada pengalaman. Biasanya, generasi ini mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman yang mereka alami dengan cara menulis sebuah cerita.

3. Suka belajar di lingkungan yang suportif

Siapa yang tak suka jika lingkungan di sekitarnya suportif? Ini lah yang diidam-idamkan para generasi Baby Boomers saat belajar. Mereka menyukai umpan balik yang positif sehingga membuat generasi ini memiliki performa yang lebih baik saat belajar. 

Generasi X

Usai generasi Baby Boomers, ada generasi X yang lahir antara tahun 1965-1980. Sebelumnya, generasi ini disebut dengan generasi MTV. Namun diganti menjadi generasi X akibat sebuah novel dengan judul “Generation X: Tales for an Accelerated Culture”. Novel ini rilis pada tahun 1991 dan sangat menggambarkan situasi generasi saat itu.

Lantas, bagaimana tipe belajar generasi ini?

Tipe Belajar Generasi X
1. Belajar secara cepat dan efisien

Menjelaskan materi pelajaran pada generasi X tidak bisa bertele-tele. Mereka menyukai penjelasan yang singkat dan to the point.

2. Hanya mau mempelajari hal yang akan langsung memberikan manfaat

Generasi X menyukai petunjuk belajar yang rinci dan rangkuman contoh-contoh soal yang sekiranya akan ditanyakan saat ujian. Jika ada topik-topik yang tidak masuk ke salah satu materi ujian, mereka tidak akan mempelajari topik tersebut. Dengan mempelajari materi yang penting saja, mereka jadi belajar lebih cepat.

3. Menyukai waktu belajar yang fleksibel

Belajar secara individu lebih disukai oleh generasi X. Hal ini membuat mereka bisa bebas mengatur seberapa cepat mereka belajar dan kapan mereka akan belajar. Konon, mereka akan memiliki hasil belajar yang lebih baik apabila mereka mengatur jam dan materi belajarnya sendiri.

Generasi Y (Milenial)

Kalau generasi yang satu ini, pasti sudah sering kamu dengar. Yup, generasi milenial, yang kini sedang mendominasi populasi di dunia. Generasi Milenial disebut juga dengan generasi Y, yang lahir tahun 1981 hingga tahun 1996. Mulai dari generasi ini lah, teknologi mulai menjadi alat untuk bergantung. Berikut ini tipe gaya belajar mereka.

Tipe Belajar Generasi Milenial
1. Suka belajar berkelompok

Berbeda dari generasi sebelumnya, para milenial lebih suka belajar secara berkelompok dibanding belajar secara individu. Mereka menyukai aktivitas pemecahan masalah dalam kelompok kecil.

2. Memanfaatkan teknologi dalam kegiatan belajar

Teknologi merupakan suatu hal yang akrab bagi kehidupan para milenial. Oleh sebab itu, mereka juga sebisa mungkin akan menggunakan teknologi saat belajar. Contoh paling sederhana adalah dengan melakukan browsing internet saat belajar atau mengerjakan tugas.

Generasi milenial mulai memanfaatkan teknologi untuk menunjang belajar. (Sumber: news.mit.edu)
3. Menyukai experiential learning

Experiential learning merupakan metode ajar di mana siswa belajar dari pengalaman. Jadi, guru tidak lagi hanya mengajar teori, tetapi juga mengajak siswa untuk praktek. Dengan demikian, siswa lebih aktif dan mendapat tambahan ilmu dari pengalamannya.

Generasi Z

Generasi Z atau sering disebut dengan gen Z, merupakan orang-orang yang lahir dalam rentang tahun 1997 hingga tahun 2012. Generasi Z masih memiliki perjalanan panjang dalam pendidikan dan karir mereka. Simak gaya belajar mereka berikut ini.

Tipe Belajar Generasi Z
1. Menyukai metode belajar learning by doing

Generasi Z lebih menyukai metode belajar learning by doing sebagaimana generasi sebelumnya. Mereka lebih suka bereksperimen atau melakukan praktek, dibanding duduk di kelas saja. Dengan hal ini, guru-guru pun harus lebih kreatif saat mengajar para generasi Z.

2. Bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu

Multitasking menjadi salah satu hal yang dikuasai oleh generasi Z. Multitasking adalah mengerjakan berbagai tugas dalam satu waktu. Kemampuan multitasking Gen Z ini disebabkan oleh seringnya mereka membagi waktu dengan banyaknya tugas yang ada. Oleh karena itu, jangan heran lagi jika seseorang dari generasi Z bisa mempelajari banyak hal sekaligus.

3. Membutuhkan tujuan yang jelas di awal pelajaran dan feedback yang cepat

Sebelum belajar, generasi Z harus mengetahui apa saja topik yang akan ia pelajari dan hasil seperti apa yang diharapkan dari aktivitas belajar tersebut. Tak hanya itu, guru-guru dari generasi Z juga harus sigap dalam memberikan feedback untuk siswanya. Dari kedua hal ini, mereka membutuhkan pengawasan yang cukup intensif dari fasilitator belajarnya.

Generasi Alfa (Alpha)

Kamu sudah mendengar nama generasi Alfa? Generasi ini adalah yang paling muda di sekitar kita, yaitu orang yang lahir di atas tahun 2012, diperkirakan sampai tahun 2025, atau mungkin lebih. Yup, mereka adalah para anak-anak dan balita. Generasi ini muncul dalam makalah berjudul “Beyond Z: Meet Generation Alpha” yang mengungkapkan generasi berikutnya dinamai dengan suatu abjad. Oleh karena itulah, generasi ini akan dipanggil generasi A atau Alfa.

Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi Alfa sudah hidup dengan teknologi sejak lahir. Pada akhirnya, mereka pun memiliki kemampuan digital yang lebih mumpuni dan cepat beradaptasi. Bahkan, generasi Alfa pun disebut tak akan mampu hidup tanpa teknologi.

Lantas, bagaimana tipe belajar mereka?

Tipe Belajar Generasi Alfa
1. Berikan visualisasi yang menarik

Hidup di tengah majunya teknologi dan digitalisasi, para generasi Alfa perlu visualisasi yang menarik untuk lebih memahami materi belajar mereka. Hal yang mempengaruhi ini adalah para orang tua yang telah memfasilitasi teknologi dan digitalisasi kepada anak sejak dini. Metode belajar yang diberikan haruslah secara visual, lantaran terbiasa melihat hal-hal menarik di sosial media.

video ruangbelajar yang menarik dan interaktif
Aplikasi ruangbelajar dapat membuat generasi alfa belajar tanpa rasa bosan. (Sumber: dok pribadi)
2. Tahu apa yang diinginkan

Gadget membantu generasi Alfa mengeksplorasi lebih jauh apa yang mereka sukai atau tidak. Dengan hal ini, para generasi Alfa pun tidak kesulitan dalam menentukan apa yang mereka inginkan.

3. Sangat aktif dan suka bereksperimen

Anak-anak yang lahir di generasi Alfa sangat menyukai eksperimen. Mereka suka mengeksplorasi hal-hal yang menarik bagi mereka dan menemukan jawabannya sendiri.

4. Kritis dan logis

Generasi Alfa haus dengan penjelasan yang logis. Ketika para orang tua memaparkan sebuah fakta, mereka juga harus menjelaskannya secara logis ke anak-anak generasi Alfa. Jika tidak, mereka akan terus menghujani pertanyaan sebagai bentuk kritis mereka.

5. Harus dengan aturan yang jelas

Hidup dengan gadget dan teknologi bisa membuat para anak generasi Alfa tenggelam dalam waktu. Meski tak ada yang sia-sia, para orang tua harus menerapkan kedisiplinan. Adapun beberapa caranya termasuk menetapkan agenda harian, melakukan pengawasan, hingga mengajaknya bersosialisasi dengan teman-teman generasi Alfa yang lain.

Referensi:

blog ruangguru.com penulis Dinda Silviana Dewi

Habis Generasi Milenial dan Gen Z, Terbitlah Generasi Alfa [daring]. Tautan: Habis Milenial dan Generasi Z, Terbitlah Generasi Alfa (tirto.id) diakses pada 4 April 2022.

6 Metode Belajar Generasi Alpha, Tak Harus dengan Gadget [daring]. Tautan: 6 Metode Belajar Generasi Alpha, Ternyata Tak Harus dengan Gadget (theasianparent.com) diakses pada 4 April 2022.

Sumber gambar:

Gambar ‘Orang Multitasking’ [Daring]. Tautan: https://embeddednesia.com/v1/tutorial-esp32-dengan-esp-idf-5-multitasking-dengan-freertos-bagian-2/ (Diakses pada 8 April 2022)

Gambar ‘Belajar Menggunakan Teknologi’ [Daring]. Tautan: https://news.mit.edu/2019/mit-jpal-what-126-studies-tell-us-about-education-technology-impact-0226 (Diakses pada 8 April 2022)

Gambar ‘Penjelasan yang to the point’ [Daring]. Tautan: https://www.toastmasters.org/magazine/magazine-issues/2017/dec2017/get-to-the-point (Diakses pada 8 April 2022)

Gambar ‘Mendengarkan Penjelasan Guru’ [Daring]. Tautan: https://www.english.com/blog/mindfulness-in-the-classroom-autopilot-paying-attention/group-of-school-kids-sitting-and-listening-to-teacher-in-classroom-from-back-2/ (Diakses pada 8 April 2022)

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.